Fibroid Rahim: Jenis, Cara Deteksi, dan Pengobatannya

Rahim atau uterus merupakan organ penting bagi wanita karena menjadi tempat untuk pertumbuhan janin saat masa kehamilan. Seperti organ lainnya, rahim seorang wanita bisa mengalami berbagai masalah yang mengganggu, salah satunya fibroid rahim.

Fibroid adalah gumpalan daging yang terbentuk di sekitar rahim dan memiliki sifat non-kanker. Fibroid rahim umumnya dialami oleh wanita pada rentang umur 30-50 tahun dengan ukuran yang beragam. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih dalam hal-hal seputar gangguan ini.

Jenis Fibroid Rahim

Ada beberapa jenis fibroid rahim, yaitu:

  1. Intramural Fibroid 

Jenis ini merupakan yang paling umum. Benjolan atau daging akan terbentuk pada didin otot rahim

  1. Subserosal Fibroid

Fibroid jenis ini umumnya tumbuh di luar dinding rahim hingga ke pelvis dan dapat tumbuh hingga ukuran yang cukup besar.

  1. Submucosal Fibroid

Fibroid jenis ini berkembang di lapisan otot bawah pada bagian dalam rahim dan bisa terus tumbuh hingga rongga rahim.

  1. Pedunculated Fibroid (Fibroid Bertangkai)

Jenis ini sangat langka alias jarang terjadi. Fibroid tumbuh di luar uterus dengan batang yang sangat kecil hingga terlihat seperti jamur.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena fibroid rahim, yaitu obesitas, riwayat keluarga, tidak memiliki anak, menstruasi dini (menstruasi di usia muda), dan terlambat mengalami menopause. 

Macam-macam Deteksi Fibroid Rahim

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi fibrosis rahim, yaitu:

  1. Ultrasonografi (USG)

Layaknya deteksi berbagai hal di dalam tubuh, diagnosa fibroid rahim juga bisa dilakukan dengan USG. Ada dua jenis metode USG, yaitu transabdominal (deteksi dengan mengarahkan mesin USG atau transducer ke daerah perut) dan transvaginal (deteksi dengan menaruh mesin USG di dalam vagina agar bisa menyorot bagian uterus).

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI merupakan cara lain untuk mendeteksi keberadaan fibroid rahim karena bisa menampilkan ukuran dan posisi secara lebih detail. MRI umumnya digunakan untuk deteksi pada wanita dengan ukuran rahim yang lebih besar atau yang sedang mendekati masa menopause (perimenopause).

  1. CT Scan

CT (Computed tomography) scan adalah metode deteksi yang menggunakan sinar X untuk memunculkan gambaran uterus sehingga letak dan ukuran fibroid bisa diketahui.

  1. Histerosonografi    

Histosonografi merupakan metode deteksi fibroid dengan bantuan alat bernama saline infusion sonogram. Alat ini bisa mendapat gambaran letak dan ukuran fibroid dengan menggunakan air garam steril untuk melebarkan rongga rahim.

  1. Hysteroscopy

Hysteroscopy adalah deteksi dengan menggunakan alat semacam teropong dengan ujung yang memiliki kamera. Alat seperti teropong ini nantinya akan melewati vagina dan leher rahim hingga akhirnya bisa mendeteksi letak dan ukuran fibroid.

  1. Hysterosalpingography (HSG)

Hysterosalpingography adalah metode deteksi dengan menggunakan pewarna untuk memperjelas bagian rongga rahim dan tuba falopii dengan bantuan warna yang kemudian disorot dengan sinar X. Metode deteksi ini berguna untuk melihat apakah tuba falopii terbuka atau tertutup oleh fibroid.

  1. Sonohysterography

Metode deteksi ini dilakukan dengan memasukkan kateter secara melalui vagina lalu menyuntikkan air garam steril ke lubang rahim untuk mendapatkan gambaran letak dan ukuran fibroid. Metode deteksi ini dinilai lebih baik dari USG karena memberikan gambaran yang lebih jelas.

Pengobatan Fibroid

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fibroid rahim, yaitu:

  1. Menggunakan obat-obatan yang dapat mengurangi rasa nyeri akibat keberadaan fibroid seperti asetminofen dan ibuprofen.
  2. Konsumsi suplemen yang mengandung zat besi sebagai pengganti saat pendarahan.
  3. Terapi oral dengan menggunakan elogolix untuk mengatasi pendarahan akibat adanya fibroid pada wanita saat mendekati masa menopause. Terapi ini bisa berlangsung hingga 24 bulan lamanya.
  4. Mencegah kehamilan agar bisa mengatasi pendarahan dan asa nyeri akibat adanya fibroid.

Itulah penjelasan seputar fibroid rahim mulai jenis, cara deteksi, hingga beberapa cara pengobatannya.

PMDD Adalah Gangguan yang Lebih Parah dari PMS?Ini Faktanya!

PMDD adalah suatu sindrom yang ditakuti wanita. Namun mungkin sebagian dari kamu belum tahu secara pasti apa itu PMDD dan mengapa sering disebut lebih parah daripada PMS. Lewat pembahasan kali ini kamu akan mengetahui lebih dalam mengenai PMDD dari gejala hingga cara mengatasinya.

Apa Itu PMDD?

Premenstrual Dysphoric Disorder atau PMDD adalah suatu kondisi di mana seorang wanita mengalami gejala fisik dan emosional yang parah sebelum menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas dan kesehatannya. 

Kondisi yang hampir mirip dengan PMS ini dapat terjadi 7 hingga 10 hari sebelum menstruasi. Namun, kondisi ini juga dapat menyebabkan menstruasi terjadi lebih cepat atau lebih dekat.

Mirip dengan gejala pramenstruasi seperti disforia pramenstruasi, pembengkakan payudara, dan malaise, kondisi ini menyebabkan perubahan suasana hati yang lebih parah yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan sosial penderitanya.

Apa Penyebab dari PMDD?

Hingga saat ini, para ahli belum memahami penyebab pasti dari PMDD. Namun, mereka menduga bahwa kondisi ini merupakan reaksi tubuh yang tidak normal terhadap perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi wanita.

Perubahan hormon ini menurunkan kadar serotonin pada wanita. Serotonin sendiri adalah zat yang ditemukan di otak dan usus yang dapat mempersempit pembuluh darah dan mempengaruhi suasana hati dan beberapa gejala fisik tubuh.

Oleh karena itu, penurunan serotonin dapat menyebabkan gejala yang berhubungan dengan tubuh dan suasana hati. Para ahli tidak yakin mengapa beberapa orang memiliki hormon serotonin yang terlalu rendah saat menstruasi.

Tidak ada penyebab spesifik dari  kondisi ini, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami gangguan disforik pramenstruasi. Beberapa di antaranya:

  • Riwayat keluarga mengalami PMS dan PMDD.
  • Memiliki riwayat depresi, depresi pasca persalinan, dan gangguan mood lainnya, baik yang terjadi pada diri  sendiri maupun pada keluarga.
  • Kebiasaan merokok.
  • Alkohol atau penyalahgunaan zat.
  • Gangguan tiroid.
  • Kegemukan.
  • Kurangnya olahraga.

Pada kasus premenstrual Syndrome (PMS) meliputi gejala fisik dan emosional yang sering terjadi setiap bulan pada paruh kedua siklus menstruasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala biasanya hilang dengan timbulnya menstruasi atau segera sesudahnya.

Sebaliknya, gangguan disforik pramenstruasi (PMDD) adalah bentuk PMS yang lebih serius yang cukup parah sehingga gejala kemarahan, lekas marah, dan ketegangan internal mengganggu hubungan pribadi dan aktivitas sehari-hari.

Para wanita dengan kondisi ini cenderung mengalami perubahan suasana hati yang tiba-tiba, marah, putus asa, stres dan kecemasan, konsentrasi yang buruk, energi rendah, dan suasana hati yang tidak terkendali.

Sindrom pra menstruasi terjadi pada 3-8% wanita, sementara PMDD mempengaruhi 2% wanita di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan neurotransmitter di otak, seperti hormon serotonin, ovarium, estrogen, dan progesteron.

Bagaimana Pengobatan PMDD?

Pengobatan PMDD bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Cara pengobatan akan disesuaikan dengan keluhan pasien.

Beberapa obat-obatan berikut ini bisa digunakan untuk mengatasi kondisi PMDD ini:

  1. Antidepresan seperti fluoxetine dan sertraline untuk meredakan gejala yang terkait dengan perubahan emosi dan suasana hati.
  2. Kontrasepsi oral untuk menghentikan ovulasi agar kadar hormon tidak berfluktuasi sampai gejala mereda.
  3. Obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan naproxen meredakan ketidakpuasan fisik seperti kram perut, nyeri otot, dan payudara tersumbat.
  4. Suplemen seperti kalsium, vitamin B6, dan magnesium yang membantu meringankan gejala PMDD.

Selain itu, penderita PMDD ini juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Hentikan kebiasaan merokok
  2. Kurangi konsumsi minuman beralkohol dan kafein
  3. Biasakan untuk cukup tidur
  4. Relaksasi seperti yoga dan meditasi
  5. Kelola stres dengan baik
  6. Berbagi cerita dengan teman wanita lainnya

PMDD adalah kondisi yang sangat ditakuti oleh wanita namun dapat diobati. Bagi kamu yang sedang mengalami sindrom ini dapat mencoba cara mengatasinya yang telah disebutkan di atas atau dapat mengunjungi dokter apabila gejala yang kamu rasakan menunjukkan keparahan untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

Boleh Dilakukan, Ini Tips Aman Olahraga Saat PMS

Olahraga saat PMS tentunya menjadi sebuah perdebatan tersendiri bagi beberapa orang. Ada yang beranggapan jika saat sedang PMS, kamu dilarang keras untuk berolahraga karena akan menyebabkan cedera atau dapat merusak rahim.

Namun, pandangan lainnya mengatakan jika olahraga saat sedang PMS tetap bisa dilakukan dengan alasan agar kesehatan kamu bisa tetap terjaga. Nyatanya kamu boleh berolahraga saat PMS dengan tetap  memperhatikan beberapa hal, seperti jenis olahraga yang tepat untuk dilakukan saat sedang PMS.

Manfaat Olahraga saat PMS

Jika mengutip dari berbagai informasi yang beredar di internet mengenai boleh atau tidaknya kamu melakukan olahraga ketika PMS, jawabannya adalah boleh. Hal ini dikarenakan olahraga sendiri memberikan sejumlah manfaat untuk kondisi PMS kamu.

Beberapa manfaat olahraga saat PMS, antara lain:

  1. Dapat Mengurangi Rasa Nyeri Akibat PMS

Dengan olahraga kamu akan mendapatkan manfaat berupa berkurangnya rasa nyeri yang muncul akibat dari PMS. Hal ini dikarenakan olahraga dapat mengurangi stres dan juga memperlancar peredaran darah.

Dengan rutin berolahraga, gejala berupa rasa kram dan sakit kepala yang muncul sebagai efek dari PMS cenderung tidak akan kamu rasakan dibandingkan kamu tidak melakukan olahraga sama sekali.

  1. Dapat Memperbaiki Mood

Manfaat yang akan kamu dapat dengan melakukan olahraga saat PMS adalah dapat memperbaiki mood atau suasana hati kamu sehingga menjadi lebih rileks dan merasa lebih baik.

Hal tersebut dikarenakan adanya peran dari hormon bernama endorfin yang dihasilkan oleh tubuh saat melakukan olahraga. Hormon inilah yang memberikan beberapa efek tersebut, seperti tubuh menjadi lebih rileks dan mood yang stabil.

  1. Mengatasi Perut Kembung

Manfaat berikutnya dari olahraga saat kamu sedang mengalami PMS adalah dapat mengatasi perut kembung yang diakibatkan karena adanya perubahan pola makan sebagai akibat dari PMS.

Kamu mungkin akan cenderung memakan makanan yang manis. Hal inilah yang menjadi penyebab utama dari perut kembung. Untuk itu, dengan kamu rajin berolahraga, kamu dapat mengurangi perut kembung secara perlahan.

Tips Aman Melakukan Olahraga saat PMS

Dengan kondisi PMS, kamu masih tetap bisa melakukan olahraga dengan aman. Asalkan kamu tidak melakukannya secara berlebihan, kamu tidak perlu khawatir mengenai efek buruk yang akan ditimbulkan.

Berikut ini beberapa tips olahraga saat PMS.

  1. Memilih Olahraga yang Ringan

Tips pertama untuk kamu yang ingin melakukan olahraga dengan kondisi PMS, kamu bisa memilih jenis olahraga yang ringan. Hal ini dilakukan agar kamu tidak mengalami cedera maupun efek buruk lainnya karena salah memilih jenis olahraga.

Beberapa jenis olahraga ringan yang bisa kamu lakukan, antara lain: berjalan kaki, bersepeda santai, dan yoga. Keempat jenis olahraga tersebut tidak akan menimbulkan kekhawatiran bagi kamu saat sedang mengalami PMS.

  1. Minum Cukup Air Putih

TIps berikutnya adalah cukupi kebutuhan cairan harian kamu dengan meminum air putih sesuai anjuran. Apalagi jika kamu melakukan olahraga, maka kamu perlu menambah asupan cairan ke dalam tubuh kamu.

Dengan kamu dapat memenuhi kebutuhan air putih dengan cukup, kamu juga akan terhindar dari dehidrasi dan kelelahan yang berlebih ketika melakukan olahraga dengan kondisi PMS,

  1. Olahraga Secukupnya

Walaupun kamu masih tetap boleh melakukan olahraga meskipun sedang mengalami PMS, namun kamu harus memperhatikan hal penting berupa durasi dari kamu melakukan olahraga. Sebaiknya, lakukan olahraga secukupnya.

Ketika kamu merasa tubuh kamu lemas, segeralah untuk beristirahat. Yang paling penting, jangan memaksakan diri kamu. Tetaplah berolahraga dengan rileks dan sesuai dengan kemampuan.

Nah, itu dia pembahasan yang bisa menjawab pertanyaan seputar boleh atau tidaknya kamu melakukan olahraga saat PMS. Tetap ingat untuk senantiasa berhati-hati ketika melakukan olahraga, agar kegiatan ini tetap nyaman dan aman untuk dilakukan.

Yuk, Cari Tahu Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya

Keputihan merupakan kondisi umum yang sering terjadi pada wanita terutama ketika memasuki masa ovulasi. Penyebab keputihan sangat beragam, mulai dari perubahan hormon hingga infeksi bakteri. Nah, bagi para ladies, harus berhati-hati jika keputihan yang muncul tidak normal. Bisa jadi itu merupakan tanda adanya masalah kesehatan pada sistem reproduksi. 

Apa Itu Keputihan? 

Keputihan (leukorea) adalah kondisi ketika cairan bening atau lendir kental keluar dari vagina yang berfungsi untuk menjaga kebersihan, kelembaban, dan melindungi organ intim wanita dari infeksi dan iritasi. Keputihan ini juga berfungsi sebagai pelumas alami saat berhubungan seksual. 

Penyebab Keputihan Normal

Perubahan hormon reproduksi pada wanita merupakan penyebab keputihan normal yang umumnya terjadi. Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi, sebab selama wanita masih dalam siklus menstruasi, akan ada peningkatan hormon estrogen yang menyebabkan keputihan keluar lebih banyak.

Biasanya keputihan keluar 2 minggu sebelum menstruasi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan, bahkan cairan yang keluar bisa lebih banyak dan sering, dikarenakan perubahan hormon. Saat wanita memasuki masa menopause, keputihan akan mulai berkurang. 

Ciri-ciri Keputihan Normal 

Keputihan adalah kondisi yang normal pada wanita. Keputihan bisa terjadi 6 bulan sebelum menstruasi pertamanya atau pada bayi baru lahir. Jumlah, warna, dan tekstur keputihan yang terjadi pada wanita berbeda-beda, namun ada beberapa ciri yang bisa menandakan jika kamu sedang mengalami keputihan normal. Inilah ciri-ciri keputihan normal:

  • Memiliki warna bening atau sedikit putih seperti putih telur 
  • Memiliki tekstur encer atau kental seperti lendir 
  • Tidak berbau 
  • Tidak menyebabkan rasa gatal atau nyeri 
  • Jika menempel pada permukaan kain dan kering, cairan akan berubah warna menjadi kekuningan

Keputihan normal pada wanita bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti efek samping pil KB, berlebihan saat berolahraga, stress, adanya rangsangan seksual, ovulasi, dan menyusui. 

Penyebab Keputihan Abnormal 

Keputihan abnormal sangat berbahaya jika dibiarkan, karena bisa mengganggu organ reproduksi dan merupakan tanda adanya infeksi seperti berikut: 

  • Vaginosis bakterialis
  • Kanker serviks
  • Kanker vagina 
  • Fistula vagina 
  • Servisitis 
  • Menderita penyakit menular seksual 
  • Menderita penyakit diabetes 
  • Infeksi jamur vagina 
  • Menderita radang panggul 
  • Vaginitis 
  • Diserang jamur vagina 

Ciri-ciri keputihan abnormal: 

  • Berbau tidak sedap, anyir, busuk yang menyengat
  • Konsentrasi lendir kental dan menggumpal seperti ingus, atau putih seperti keju 
  • Berwarna kuning, putih susu, atau hijau 
  • Keluar darah di luar waktu menstruasi atau saat berhubungan seksual 
  • Menimbulkan rasa nyeri, gatal dan ruam pada vagina 
  • Rasa anyang-anyangan saat buang air kecil 
  • Jumlah cairan yang keluar sangat banyak atau lebih banyak dari biasanya 

Penanganan keputihan abnormal tidak bisa sembarangan, harus disesuaikan dengan penyebabnya. Contoh, jika keputihan disebabkan infeksi jamur, maka dokter akan meresepkan obat seperti antibiotik, antijamur, atau dengan memberikan obat metronidazole. 

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Keputihan Abnormal 

Di bawah ini ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab keputihan abnormal pada wanita, di antaranya:

  • Sering bergonta-ganti pasangan 
  • Tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual 
  • Sering menyentuh area kewanitaan dengan tangan kotor 
  • Menderita HIV/AIDS atau penyakit yang melemahkan sistem imun 
  • Mengonsumsi obat antibiotik
  • Kurang menjaga kebersihan organ intim misalnya malas mengganti celana dalam 
  • Sering menggunakan sabun antiseptik atau sabun beraroma untuk membersihkan area vagina

Cara Mencegah Keputihan Abnormal 

Keputihan abnormal sering kali membuat wanita tidak nyaman dan kurang PD karena organ intimnya terasa gatal dan berbau tidak sedap. Oleh sebab itu kamu harus tahu bagaimana cara menjaga organ kewanitaan supaya tetap sehat, yuk, ikuti tips di bawah ini: 

  • Menggunakan sabun kewanitaan khusus dengan pH seimbang
  • Membasuh area kewanitaan dengan rebusan daun sirih hijau 
  • Menyeka area kewanitaan setelah buang air kecil dengan handuk bersih 
  • Sering mengganti celana dalam saat sering berkeringat atau kotor, minimal 2x sehari sehabis mandi atau sebelum tidur
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan iritasi 
  • Hindari penggunaan sabun antiseptik atau sabun dengan pewangi karena sabun ini bisa membunuh bakteri baik di dalam vagina 
  • Jangan berendam air hangat terlalu lama 
  • Rajin ganti pembalut saat menstruasi 

Dengan mengetahui penyebab keputihan dan ciri-cirinya, kamu dapat mengidentifikasi jenis keputihan yang sedang kamu alami. Jika keputihan yang sedang kamu rasakan merupakan keputihan normal kamu tidak perlu khawatir. Namun, jika keputihan yang terjadi menunjukkan indikasi tidak normal, segera konsultasikan ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah Benar Menstruasi Hanya 2 Bulan Berikutnya Positif?

Umumnya, wanita mengalami siklus menstruasi setiap 21 hari hingga 35 hari. Sedangkan durasi menstruasi umumnya berlangsung dari 2 hingga 7 hari. Namun, sebagian wanita bisa mengalami durasi menstruasi yang bervariasi. Namun, apakah benar menstruasi hanya 2 hari bulan berikutnya positif hamil?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak artikel ini hingga habis, ya! Jangan sampai ada yang terlewat karena informasi di bawah ini bisa saja sangat bermanfaat bagi kamu!

Apakah Normal Jika Menstruasi Hanya Berlangsung Selama 2 Hari?

Biasanya, wanita mengalami siklus menstruasi selama kurang lebih 3 sampai 5 hari. Namun, ada juga wanita yang mengalami siklus menstruasi selama lebih dari 5 hari. Sedangkan sisanya hanya mengalami siklus menstruasi singkat, misalnya hanya dalam 2 hari saja.

Lantas, apakah normal jika kamu mengalami siklus menstruasi yang terjadi hanya dalam 2 hari saja? Jawabannya adalah normal, dengan catatan volume darah yang keluar yakni 10-80 ml pada setiap siklusnya. 

Selain itu, jika kamu sudah biasa mengalami siklus menstruasi selama 2 hari, maka hal itu juga bisa dikatakan normal dan tidak menimbulkan masalah.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir terkait siklus menstruasi yang hanya terjadi secara singkat saja. Biasanya, durasi menstruasi sebenarnya bergantung pada berapa banyak darah yang keluar dari tubuhmu.

Jika kamu mengalami durasi menstruasi selama 2 hari, biasanya darah yang keluar cenderung lebih banyak pula. Namun, jika kamu mengalami hal yang tidak biasa dan wajar, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Mengapa Durasi Menstruasi Menjadi Lebih Singkat?

Terdapat beberapa faktor mengapa kamu mengalami siklus menstruasi yang singkat. Berikut adalah beberapa penyebabnya.

1. Kehamilan 

Kehamilan bisa menjadi faktor siklus menstruasi yang berlangsung sangat singkat yakni satu hingga dua hari saja. Hal itu disebut dengan pendarahan implantasi yang terjadi karena sel telur yang telah dibuahi menempel di lapisan rahim.

Dengan pernyataan ini, lalu apakah benar menstruasi dua hari bulan berikutnya positif? Jawabannya adalah mungkin. Namun, untuk memastikannya silakan cek menggunakan test pack atau pergi langsung ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

2. Kehamilan ektopik 

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada tuba fallopi, ovarium, atau bisa juga leher rahim dan bukan pada rahim. Ciri-ciri kehamilan ini adalah pendarahan yang diikuti dengan nyeri panggul.

3. Adanya efek samping pemakaian kontrasepsi 

Pemakaian kontrasepsi berupa pil KB dan Iud bisa mengakibatkan siklus menstruasi yang terjadi lebih singkat daripada biasanya. Hormon yang terdapat dalam pil KB bisa menipiskan lapisan rahim yang menyebabkan terjadinya siklus menstruasi yang singkat.

4. Efek samping konsumsi obat-obatan 

Terdapat obat-obatan tertentu yang bisa menyebabkan siklus menstruasi secara singkat seperti obat antidepresan, pengencer darah, herbal, steroid, serta tamoxifen.

5. Stres 

Stres bisa mempengaruhi hormon yang menyebabkan siklus menstruasi bisa terjadi secara singkat. Hal ini karena stres dapat mempengaruhi hormon pada tubuhmu. Ketika kamu mengalami stres, kamu bisa mengalami siklus menstruasi yang lebih ringan, singkat, atau bahkan kamu tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Itulah beberapa faktor penyebab masa menstruasi yang singkat, yakni terjadi dalam 2 hari saja. Semoga artikel ini menjawab pertanyaan apakah benar menstruasi hanya 2 hari bulan berikutnya positif hamil, ya!

Beberapa Faktor Penyebab Haid Keluar Gumpalan Darah Hitam

Pernahkah kamu mengalami haid namun yang keluar adalah berupa darah yang menggumpal dan berwarna hitam? Apakah kondisi haid keluar gumpalan darah hitam ini normal bagi perempuan?

Yuk, simak terus artikel ini untuk tahu penjelasan lebih lanjut.

Siklus menstruasi merupakan suatu siklus yang wajar dialami oleh perempuan yang telah masuk masa pubertas. Adanya siklus menstruasi pada perempuan merupakan tanda bahwa perempuan telah siap untuk bereproduksi, hamil, dan melahirkan.

Dalam satu siklus menstruasi, seorang perempuan akan mengalami keluarnya darah menstruasi atau darah haid dari vagina. Darah haid atau darah menstruasi ini berasal dari peluruhan dinding rahim dan sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma.

Lazimnya, darah haid atau darah menstruasi yang keluar dari tubuh perempuan tidaklah selalu berwarna merah selayaknya darah yang keluar jika terjadi luka di tubuh bagian lain.

Warna darah haid pada perempuan bisa bervariasi di setiap siklusnya seperti berwarna merah pekat, merah segar, merah muda, kecoklatan, bahkan kehitaman. Selain warna, tekstur darah haid pun bisa bervariasi seperti kadang kental, cair, hingga bahkan menggumpal.

Perbedaan warna dan tekstur darah ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asalkan tidak disertai dengan gejala-gejala tambahan, seperti rasa sakit atau nyeri yang berlebihan, durasi masa haid yang melebihi waktu normal, kuantitas darah yang melebihi haid normal, bau yang tidak sedap atau busuk, serta gejala-gejala lain yang tidak lazim.

Jika muncul gejala-gejala tersebut, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi kamu dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun, jika yang kamu alami adalah haid keluar gumpalan darah hitam namun tidak disertai gejala lain, mungkin yang kamu alami adalah suatu hal yang normal.

Kenapa Haid Keluar Gumpalan Darah Hitam

Nah, berikut adalah beberapa faktor penyebab haid keluar gumpalan darah warna hitam yang normal:

  1. Darah sisa dari siklus sebelumnya

Seringkali darah menggumpal berwarna hitam yang keluar saat haid merupakan darah sisa dari siklus haid bulan sebelumnya.

Darah sisa ini belum sempat keluar dari rahim di siklus sebelumnya dan tertahan menjadi gumpalan darah dalam rahim di sehingga baru keluar di siklus menstruasi selanjutnya. Darah sisa ini umumnya menggumpal dan berwarna hitam pekat karena sudah lama.

  1. Darah menggumpal di awal dan akhir masa haid

Jika haid keluar gumpalan darah hitam terjadi di awal masa haid, kemungkinan besar itu adalah darah sisa dari siklus sebelumnya. Sedangkan jika gumpalan darah hitam itu keluar di akhir masa menstruasi, umumnya ini disebabkan karena mendekati selesai masa menstruasi.

Darah yang keluar menjadi tidak terlalu deras dan lancar dan menyebabkan darah mengalami mengalami perubahan tekstur (menggumpal) dan warna di dalam rahim sebelum keluar.

  1. Baru mengalami haid, mendekati menopause, atau menggunakan kontrasepsi

Pada awal seorang remaja mengalami haid atau menstruasi kadang ditandai dengan keluarnya darah haid yang berupa bercak kecoklatan hingga gumpalan darah hitam. Kondisi saat seorang perempuan mendekati masa menopause pun bisa ditandai dengan keluarganya gumpalan darah hitam ini 

Selain itu, jika perempuan menggunakan alat kontrasepsi, terkadang keluar gumpalan darah hitam di antara masa haid pun bisa terjadi.

  1. Pendarahan pasca persalinan

Pasca persalinan, dinding rahim pun turut meluruh untuk melakukan pembersihan sehingga kadang keluar gumpalan darah yang berwarna hitam.

Kondisi ini terbilang normal, namun jika pendarahan yang keluar dirasa berlebihan (tidak mau berhenti) dan disertai gejala lain seperti adanya bau busuk maka kamu harus segera berkonsultasi ke dokter.

Selain beberapa faktor yang masih terbilang normal di atas, ada juga faktor penyebab haid keluar gumpalan darah hitam yang wajib diwaspadai, antaranya:

  1. Kanker Serviks

Jika keluar darah haid menggumpal hitam dan disertai gejala lain yang parah seperti sakit dan nyeri, darah berbau tidak sedap, keluarnya darah yang tidak teratur bahkan di luar masa haid maka kamu wajib memeriksakan diri karena bisa jadi ini gejala Kanker Serviks.

  1. Penyakit Menular Seksual

Beberapa penyakit menular seksual seperti gonore dan Klamidia dapat ditandai dengan keluarnya keputihan yang disertai dengan bau dan beberapa gejala lain seperti nyeri, timbul bercak, luka di sekitar vagina.

Sedangkan jika keluar gumpalan darah haid hitam dan perut sakit dapat menjadi indikasi penyakit lain di organ reproduksi seperti endometriosis, fibroid rahim atau kista, polip endometrium, dan kehamilan ektopik.

  1. Keguguran

Pada kondisi kehamilan tertentu bahaya keguguran bisa terjadi pada masa kehamilan 0-20 minggu. Sehingga pada masa awal kehamilan yang tidak disadari bisa jadi saat haid keluar gumpalan darah hitam besar merupakan calon janin yang gagal bertahan. Hal ini hanya bisa dideteksi oleh dokter dengan alat ultrasound.

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa faktor penyebab haid keluar gumpalan darah hitam. Kondisi ini memang lazimnya bersifat normal. Namun jika terjadi dengan disertai beberapa gejala lain seperti sakit dan nyeri, durasi serta kuantitas yang berlebihan, serta bau yang tidak sedap maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.