Tantrum Adalah Hal Wajar pada Anak, Berikut Cara Mengatasinya

Tantrum adalah hal wajar yang banyak dialami bayi dan anak-anak. Tantrum yang merupakan kondisi di mana anak menangis dan berteriak tidak terkendali ini sering kali membuat orang tua kewalahan.

Kalau kamu adalah orang tua dengan anak yang sering tantrum, kamu tentu ingin tahu cara mengatasinya. Oleh karena itu, yuk baca artikel tentang tantrum adalah dan cara mengatasinya ini!

Arti Tantrum

Tantrum adalah kemarahan yang disertai dengan amukan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak. Tantrum umumnya dilakukan karena anak tidak mampu menyampaikan kebutuhan dan keinginannya dengan jelas. Selain teriakan dan tangisan, tantrum juga biasanya disertai dengan tendangan dan pukulan dari anak.

Tantrum biasanya dimulai ketika anak berusia 18 bulan. Di usia ini, anak sudah mulai ingin mengekspresikan keinginan dan perasaannya. Namun karena anak belum bisa berkomunikasi dengan lancar, anak jadi menggunakan teriakan dan tangisan sebagai cara berekspresi.

Cara Menangani Tantrum pada Anak

Cara mengatasi anak yang tantrum dimulai dengan mengenali penyebabnya. Lebih lengkap lagi, inilah cara menangani tantrum pada anak:

  1. Mengenali penyebab tantrum

Banyak anak yang mengalami tantrum karena merasa lapar. Masalah ini cukup mudah diatasi, karena kamu hanya cukup memberi anak makan.

Selain lapar, biasanya alasan anak mengalami tantrum adalah lelah, iri dengan saudaranya, atau menginginkan sesuatu.

  1. Menunggu anak berhenti tantrum

Kebanyakan tantrum lebih baik dihiraukan. Misalnya jika anak tantrum karena menginginkan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi. Orang tua sebaiknya menunggu saja sampai anak berhenti tantrum sendiri.

Kalau kamu ikut berteriak dan memarahi anak, tantrum tidak akan selesai. Namun, menghiraukan tantrum bukan berarti kamu meninggalkan anak sendirian. Kamu harus tetap tenang sambil memerhatikan anak.

Selain itu, orang tua juga harus tetap tenang sebagai bentuk dukungan pada anak. Kamu harus bisa mengerti apa yang anak rasakan, bagaimana ketidakmampuannya menyampaikan sesuatu bisa membuat tantrum.

  1. Mencari distraksi

Distraksi juga bisa menjadi cara manjur untuk mengatasi tantrum. Distraksi harus dilakukan dengan segera dan semenarik mungkin.

Misalnya, orang tua bisa mendistraksi anak yang tantrum dengan mengajaknya melihat kucing yang tengah melintas di jalan. Agar distraksi ini berhasil, kamu harus mengajaknya melihat kucing dengan penuh keterkejutan dan perasaan gembira yang membuat anak bisa tertarik.

  1. Bicara pada anak

Jika anak sudah mulai bisa diajak bicara, orang tua bisa mengajak anak berbicara dari hati ke hati. Hal yang dibicarakan yaitu perasaan anak, keinginan anak, bagaimana tidak semua perasaan anak bisa dipenuhi, hingga risiko yang terjadi jika anak tantrum.

  1. Konsisten

Masih banyak orang tua yang menyerah di tengah jalan ketika menghadapi anak tantrum. Misalnya orang tua sudah menolak permintaan anak, tetapi tantrum membuat orang tua memutuskan untuk memenuhinya.

Hal ini berakibat buruk pada jangka panjang. Jika orang tua menyerah dan menyetujui keinginan anak yang tantrum, anak akan merasa tantrumnya membuahkan hasil. Anak akan merasa tantrum adalah salah satu cara yang efektif untuk memenuhi keinginannya.

Cara Mencegah Tantrum pada Anak

Anak tantrum adalah hal yang banyak ditakuti orang tua. Tak perlu takut, sebenarnya tantrum bisa dicegah. Inilah cara-cara yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah tantrum:

  • Memberi perhatian positif pada anak. Ketika anak melakukan sesuatu yang baik, berikanlah apresiasi.
  • Tidak mengajak anak yang lelah untuk bepergian. Anak yang lelah cenderung melakukan tantrum ketika diajak pergi.
  • Mengizinkan anak mengontrol dirinya sendiri di beberapa hal. Misalnya, bertanya kamu mau mandi sekarang atau 5 menit lagi? daripada kamu mau mandi sekarang? Pertanyaan pertama memberi anak pilihan, sementara pilihan 2 tidak. Pilihan 2 umumnya akan langsung ditolak anak.
  • Mengajarkan anak menguasai suatu kemampuan. Dalam perjalanan menguasai kemampuan tersebut, puji anak agar ia bangga terhadap hal yang dilakukan. 

Tantrum adalah hal yang ditakuti orang tua, namun jangan sampai ketakutan itu menjadi terlalu besar. Jika orang tua terlalu takut dengan anak yang tantrum, tantrum jadi sulit ditangani.

Orang tua, tetaplah tenang ketika anak tantrum. Maka, tantrum pun akan teratasi.

Konsumsi Lemon untuk Ibu Hamil, Boleh Tidak?

Setiap ibu hamil harus berhati-hati dengan makanan yang dikonsumsi. Sebab, bisa saja makanan yang dikonsumsi tidak baik bagi ibu hamil dan janinnya.

Lemon adalah salah satu makanan yang diperdebatkan. Bolehkah mengkonsumsi lemon untuk ibu hamil? Apakah lemon memiliki efek samping pada ibu hamil? Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut, kamu bisa membacanya di sini.

Manfaat Mengkonsumsi Lemon untuk Ibu Hamil

Ternyata, mengkonsumsi lemon tidak berbahaya untuk ibu hamil. Ibu hamil bisa mengkonsumsi lemon karena memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Menghidrasi tubuh

Manfaat lemon untuk ibu hamil yang pertama adalah hidrasi.

Setiap ibu hamil dianjurkan untuk menambah asupan airnya sebanyak 300 mililiter per hari. Angka itu kira-kira setara dengan satu cangkir air. Jadi, ibu hamil harus minum satu cangkir air lebih banyak daripada biasanya.

Lemon bisa menjadi bahan minuman yang menyegarkan. Jika ibu hamil menyukai minuman mengandung lemon, tidak ada salahnya untuk meminumnya.

  1. Menghilangkan mual

Mual adalah salah satu gejala yang umum dialami oleh ibu hamil. Biasanya, ibu hamil mengalami mual di trimester pertama kehamilan.

Ternyata, mual bisa diatasi dengan lemon. Ibu hamil bisa memakan langsung lemon atau minum jus lemon untuk meredakan mual. 

Selain itu, ibu hamil juga bisa menggunakan minyak esensial dengan wangi lemon. Wangi yang dihasilkan dari minyak esensial lemon bisa menenangkan ibu hamil dari rasa ingin muntah.

  1. Tambahan folat

Folat merupakan zat penting yang harus banyak dikonsumsi oleh ibu hamil. Jika ibu hamil memeriksakan diri ke dokter kandungan, terkadang mereka akan memberi vitamin untuk menambah folat. Hal ini sangat penting karena folat bermanfaat dalam perkembangan janin. 

Lemon juga mengandung folat. Satu buah lemon mengandung sekitar 6,38 mikrogram folat. Buah ini bisa menjadi alternatif untuk ibu hamil yang membutuhkan tambahan folat.

Risiko Konsumsi Lemon yang Terlalu Banyak

Setiap makanan harus dikonsumsi dengan bijak. Begitu juga dengan lemon untuk ibu hamil, tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi. Mengapa begitu? Ini jawabannya:

  1. Kandungan gula berlebih

Minuman mengandung lemon banyak diminati orang. Namun, kamu harus berhati-hati saat mengonsumsi minuman lemon ini. Sebab, minuman lemon umumnya mengandung gula yang cukup banyak.

Hal ini tentu harus kamu perhatikan. Jangan sampai kamu mengkonsumsi gula terlalu banyak. Menurut CDC, konsumsi gula yang wajar per hari adalah 10% dari total kebutuhan kalori harian.

  1. Masalah gigi

Gigi bisa rusak karena makanan mengandung asam. Masalah pada gigi yang bisa muncul karena makanan asam misalnya gigi keropos, gigi berlubang, dan penyakit periodontal.

Lemon sendiri merupakan salah satu makanan mengandung asam. Selain lemon, jeruk juga merupakan makanan asam yang bisa menyebabkan masalah gigi.

Jika kamu sedang hamil, perhatikan konsumsi lemon agar gigimu tidak bermasalah.

  1. Maag

Lemon adalah makanan bersifat asam yang memiliki potensi besar untuk memicu maag. Jika ibu hamil memiliki riwayat maag, sebaiknya hindari mengkonsumsi lemon. Kalaupun masih ingin tetap mengkonsumsi lemon, konsumsilah dalam jumlah yang sedikit.

Bahkan jika ibu hamil tidak memiliki riwayat maag, ibu hamil secara keseluruhan juga mengalami maag lebih sering daripada biasanya. Sehingga, ada kemungkinan ibu hamil akan mengalami maag meski sebelumnya tidak pernah.

Selain mengurangi konsumsi makanan asam seperti lemon, maag pada ibu hamil bisa diatasi dengan menghindari rebahan setelah makan dan makan dalam jumlah kecil tapi sering.

Tips Mengkonsumsi Lemon untuk Ibu Hamil

Kesimpulannya, mengkonsumsi lemon untuk ibu hamil adalah hal yang diizinkan. Asalkan bijak, kamu tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi lemon.

Sebagai tips, ini dia hal yang akan berguna bagi ibu hamil dalam mengkonsumsi lemon:

  • Tidak mengkonsumsi lemon terlalu banyak.
  • Mengenali kekurangan tubuh sebelum mengonsumsi lemon. Misalnya jika ibu hamil sering mengalami maag, lebih baik untuk menghindari lemon.
  • Tidak mengandalkan lemon untuk memenuhi kebutuhan folat. Sebaiknya, ibu hamil mengonsumsi makanan kaya folat lainnya seperti gandum, bayam, dan alpukat.
  • Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan.
  • Mengkonsumsi lemon untuk ibu hamil dalam berbagai olahan agar tidak bosan. Mulai dari makan langsung atau dibuat menjadi minuman.

Menolak Tua, Ini Rahasia Awet Muda Artis Korea

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa banyak wanita Korea Selatan yang terlihat begitu muda, padahal usianya sudah tak lagi muda? Sebut saja artis wanita Korea seperti Jang Nara, Song Hye Kyo, dan Jun Ji Hyun. Meski usia mereka sudah menginjak 40 tahun, mereka masih terlihat seperti wanita berumur 20 tahun.

Maka, wajar sekali jika kamu penasaran rahasia awet muda ala artis wanita Korea. Kalau kamu mau tahu rahasianya, baca artikel ini yuk!

Rahasia Awet Muda Orang Korea

Secara umum, orang Korea adalah orang yang sangat memerhatikan perawatan wajah. Sejak kecil, anak-anak sudah diajarkan untuk merawat wajah dengan menggunakan sunscreen, membersihkan wajah setelah beraktivitas, bahkan mengunjungi dermatologis untuk memeriksakan kesehatan wajah.

Di Korea Selatan, produk perawatan wajah sangat populer. Negara ini bahkan terkenal dengan 10 langkah skincare-nya yang meliputi cleansing oil, foam cleanser, exfoliator, toner, essence, serum, sheet mask, eye cream, moisturizer, dan sunscreen. Dari kesepuluh tahap tersebut, sheet mask adalah salah satu yang paling populer. Banyak orang Korea menggunakannya setiap hari.

Mengutamakan perawatan wajah setiap hari, itulah rahasia awet muda orang Korea.

Rahasia Awet Muda Artis Korea

Banyak artis Korea Selatan yang usianya sudah melewati 40 tahun, namun masih terlihat seperti berusia awal 20. Mereka punya rahasia mengapa bisa awet muda, inilah rahasianya:

  1. Jun Ji Hyun

Jun Ji Hyun adalah artis Korea yang juga merupakan ibu dari 2 orang anak. Meski sudah menjadi ibu, ia tetap kelihatan awet muda karena racikan masker rahasianya. Ia mencampur toner, jus lemon, dan wine sebagai masker. Lemon bisa mencerahkan kulit sementara anggur merah bisa mencegah penuaan.

Selain itu, Jun Ji Hyun juga selalu memijat wajah dengan jari dan membersihkan wajahnya dengan cermat. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencuci wajah dengan air hangat kemudian mengoleskan pembersih. Setelah itu, barulah wajah dibersihkan dengan air dingin.

  1. Song Hye Kyo

Tahukah kamu, kalau terkadang Song Hye Kyo menggunakan susu sebagai pembersih wajah? Bukan cuma itu, ia juga selalu menggunakan produk anti penuaan. Kedua hal itu dilakukan agar wajahnya tetap awet muda.

Rahasia awet muda Song Hye Kyo tidak berhenti sampai di situ. Bukan hanya perawatan wajah, ia juga memerhatikan kesehatan tubuhnya. Hye Kyo rajin melakukan yoga, berjalan, dan berlari. Ia juga mengurangi konsumsi sodium agar tubuh tetap sehat.

  1. Son Ye Jin

Rahasia awet muda Son Ye Jin adalah masker. Di usianya yang menginjak 40 tahun ini, Son Ye Jin selalu memastikan untuk membawa sheet masks ke mana pun ia pergi. Setiap hari, ia memakai masker.

Selain masker, Ye Jin juga mengutamakan proses membersihkan wajah setelah beraktivitas. Ia melakukannya di pagi hari dan malam hari. Tak lupa, ia juga menggunakan timun di matanya agar kantung mata dan mata panda menghilang.

Satu tips dari Son Ye Jin: sesuaikan skincare dengan diri masing-masing. Jika 10 langkah skincare ala Korea dianggap terlalu berlebihan, kamu bisa melakukan skincare yang lebih simpel.

  1. Jang Nara

Jang Nara yang lahir tahun 1981 kini menginjak usia 41 tahun. Meski sudah kepala empat, ia masih terlihat sangat muda. Konon, rahasianya adalah rutinitas skincare 4 langkah yang berlangsung selama 10 menit.

Nara memulai skincare-nya dengan membersihkan wajah dengan cleanser sambil memijat wajah. Pijatan dilakukan dengan cara mendorong dagu ke arah atas menggunakan kepalan tangan. Setelah itu, bagian atas bibir ditarik ke bawah dan didorong ke luar dengan jari. Tak lupa, area bawah mata dan alis juga harus dipijat dengan hati-hati.

Ketika mengaplikasikan makeup, Jang Nara juga selalu memastikan untuk memakai riasan yang natural agar kelihatan muda.

  1. Kim Tae Hee

Kalau kamu sering lupa melihat bahan produk skincare, sebaiknya kamu melakukannya sekarang. Sebab, Kim Tae Hee selalu memeriksa bahan produk skincare agar ia tak menggunakan bahan yang berbahaya atau terlalu wangi.

Skincare yang biasa Tae Hee gunakan adalah toner, essence, krim mata, pelembab wajah, dan masker. Ketika kulitnya terasa kering, ia akan mengoleskan banyak pelembab wajah sebelum tidur. 

Itu dia rahasia awet muda artis Korea. Artis mana yang akan kamu ikuti rahasia cantiknya, nih? Kamu bebas pilih, tapi jangan lupa menyesuaikan rutinitas perawatan wajahmu sesuai dengan kondisi wajah masing-masing, ya!

Apakah Benar Menstruasi Hanya 2 Bulan Berikutnya Positif?

Umumnya, wanita mengalami siklus menstruasi setiap 21 hari hingga 35 hari. Sedangkan durasi menstruasi umumnya berlangsung dari 2 hingga 7 hari. Namun, sebagian wanita bisa mengalami durasi menstruasi yang bervariasi. Namun, apakah benar menstruasi hanya 2 hari bulan berikutnya positif hamil?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak artikel ini hingga habis, ya! Jangan sampai ada yang terlewat karena informasi di bawah ini bisa saja sangat bermanfaat bagi kamu!

Apakah Normal Jika Menstruasi Hanya Berlangsung Selama 2 Hari?

Biasanya, wanita mengalami siklus menstruasi selama kurang lebih 3 sampai 5 hari. Namun, ada juga wanita yang mengalami siklus menstruasi selama lebih dari 5 hari. Sedangkan sisanya hanya mengalami siklus menstruasi singkat, misalnya hanya dalam 2 hari saja.

Lantas, apakah normal jika kamu mengalami siklus menstruasi yang terjadi hanya dalam 2 hari saja? Jawabannya adalah normal, dengan catatan volume darah yang keluar yakni 10-80 ml pada setiap siklusnya. 

Selain itu, jika kamu sudah biasa mengalami siklus menstruasi selama 2 hari, maka hal itu juga bisa dikatakan normal dan tidak menimbulkan masalah.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir terkait siklus menstruasi yang hanya terjadi secara singkat saja. Biasanya, durasi menstruasi sebenarnya bergantung pada berapa banyak darah yang keluar dari tubuhmu.

Jika kamu mengalami durasi menstruasi selama 2 hari, biasanya darah yang keluar cenderung lebih banyak pula. Namun, jika kamu mengalami hal yang tidak biasa dan wajar, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Mengapa Durasi Menstruasi Menjadi Lebih Singkat?

Terdapat beberapa faktor mengapa kamu mengalami siklus menstruasi yang singkat. Berikut adalah beberapa penyebabnya.

1. Kehamilan 

Kehamilan bisa menjadi faktor siklus menstruasi yang berlangsung sangat singkat yakni satu hingga dua hari saja. Hal itu disebut dengan pendarahan implantasi yang terjadi karena sel telur yang telah dibuahi menempel di lapisan rahim.

Dengan pernyataan ini, lalu apakah benar menstruasi dua hari bulan berikutnya positif? Jawabannya adalah mungkin. Namun, untuk memastikannya silakan cek menggunakan test pack atau pergi langsung ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

2. Kehamilan ektopik 

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada tuba fallopi, ovarium, atau bisa juga leher rahim dan bukan pada rahim. Ciri-ciri kehamilan ini adalah pendarahan yang diikuti dengan nyeri panggul.

3. Adanya efek samping pemakaian kontrasepsi 

Pemakaian kontrasepsi berupa pil KB dan Iud bisa mengakibatkan siklus menstruasi yang terjadi lebih singkat daripada biasanya. Hormon yang terdapat dalam pil KB bisa menipiskan lapisan rahim yang menyebabkan terjadinya siklus menstruasi yang singkat.

4. Efek samping konsumsi obat-obatan 

Terdapat obat-obatan tertentu yang bisa menyebabkan siklus menstruasi secara singkat seperti obat antidepresan, pengencer darah, herbal, steroid, serta tamoxifen.

5. Stres 

Stres bisa mempengaruhi hormon yang menyebabkan siklus menstruasi bisa terjadi secara singkat. Hal ini karena stres dapat mempengaruhi hormon pada tubuhmu. Ketika kamu mengalami stres, kamu bisa mengalami siklus menstruasi yang lebih ringan, singkat, atau bahkan kamu tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Itulah beberapa faktor penyebab masa menstruasi yang singkat, yakni terjadi dalam 2 hari saja. Semoga artikel ini menjawab pertanyaan apakah benar menstruasi hanya 2 hari bulan berikutnya positif hamil, ya!

Beberapa Faktor Penyebab Haid Keluar Gumpalan Darah Hitam

Pernahkah kamu mengalami haid namun yang keluar adalah berupa darah yang menggumpal dan berwarna hitam? Apakah kondisi haid keluar gumpalan darah hitam ini normal bagi perempuan?

Yuk, simak terus artikel ini untuk tahu penjelasan lebih lanjut.

Siklus menstruasi merupakan suatu siklus yang wajar dialami oleh perempuan yang telah masuk masa pubertas. Adanya siklus menstruasi pada perempuan merupakan tanda bahwa perempuan telah siap untuk bereproduksi, hamil, dan melahirkan.

Dalam satu siklus menstruasi, seorang perempuan akan mengalami keluarnya darah menstruasi atau darah haid dari vagina. Darah haid atau darah menstruasi ini berasal dari peluruhan dinding rahim dan sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma.

Lazimnya, darah haid atau darah menstruasi yang keluar dari tubuh perempuan tidaklah selalu berwarna merah selayaknya darah yang keluar jika terjadi luka di tubuh bagian lain.

Warna darah haid pada perempuan bisa bervariasi di setiap siklusnya seperti berwarna merah pekat, merah segar, merah muda, kecoklatan, bahkan kehitaman. Selain warna, tekstur darah haid pun bisa bervariasi seperti kadang kental, cair, hingga bahkan menggumpal.

Perbedaan warna dan tekstur darah ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asalkan tidak disertai dengan gejala-gejala tambahan, seperti rasa sakit atau nyeri yang berlebihan, durasi masa haid yang melebihi waktu normal, kuantitas darah yang melebihi haid normal, bau yang tidak sedap atau busuk, serta gejala-gejala lain yang tidak lazim.

Jika muncul gejala-gejala tersebut, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi kamu dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun, jika yang kamu alami adalah haid keluar gumpalan darah hitam namun tidak disertai gejala lain, mungkin yang kamu alami adalah suatu hal yang normal.

Kenapa Haid Keluar Gumpalan Darah Hitam

Nah, berikut adalah beberapa faktor penyebab haid keluar gumpalan darah warna hitam yang normal:

  1. Darah sisa dari siklus sebelumnya

Seringkali darah menggumpal berwarna hitam yang keluar saat haid merupakan darah sisa dari siklus haid bulan sebelumnya.

Darah sisa ini belum sempat keluar dari rahim di siklus sebelumnya dan tertahan menjadi gumpalan darah dalam rahim di sehingga baru keluar di siklus menstruasi selanjutnya. Darah sisa ini umumnya menggumpal dan berwarna hitam pekat karena sudah lama.

  1. Darah menggumpal di awal dan akhir masa haid

Jika haid keluar gumpalan darah hitam terjadi di awal masa haid, kemungkinan besar itu adalah darah sisa dari siklus sebelumnya. Sedangkan jika gumpalan darah hitam itu keluar di akhir masa menstruasi, umumnya ini disebabkan karena mendekati selesai masa menstruasi.

Darah yang keluar menjadi tidak terlalu deras dan lancar dan menyebabkan darah mengalami mengalami perubahan tekstur (menggumpal) dan warna di dalam rahim sebelum keluar.

  1. Baru mengalami haid, mendekati menopause, atau menggunakan kontrasepsi

Pada awal seorang remaja mengalami haid atau menstruasi kadang ditandai dengan keluarnya darah haid yang berupa bercak kecoklatan hingga gumpalan darah hitam. Kondisi saat seorang perempuan mendekati masa menopause pun bisa ditandai dengan keluarganya gumpalan darah hitam ini 

Selain itu, jika perempuan menggunakan alat kontrasepsi, terkadang keluar gumpalan darah hitam di antara masa haid pun bisa terjadi.

  1. Pendarahan pasca persalinan

Pasca persalinan, dinding rahim pun turut meluruh untuk melakukan pembersihan sehingga kadang keluar gumpalan darah yang berwarna hitam.

Kondisi ini terbilang normal, namun jika pendarahan yang keluar dirasa berlebihan (tidak mau berhenti) dan disertai gejala lain seperti adanya bau busuk maka kamu harus segera berkonsultasi ke dokter.

Selain beberapa faktor yang masih terbilang normal di atas, ada juga faktor penyebab haid keluar gumpalan darah hitam yang wajib diwaspadai, antaranya:

  1. Kanker Serviks

Jika keluar darah haid menggumpal hitam dan disertai gejala lain yang parah seperti sakit dan nyeri, darah berbau tidak sedap, keluarnya darah yang tidak teratur bahkan di luar masa haid maka kamu wajib memeriksakan diri karena bisa jadi ini gejala Kanker Serviks.

  1. Penyakit Menular Seksual

Beberapa penyakit menular seksual seperti gonore dan Klamidia dapat ditandai dengan keluarnya keputihan yang disertai dengan bau dan beberapa gejala lain seperti nyeri, timbul bercak, luka di sekitar vagina.

Sedangkan jika keluar gumpalan darah haid hitam dan perut sakit dapat menjadi indikasi penyakit lain di organ reproduksi seperti endometriosis, fibroid rahim atau kista, polip endometrium, dan kehamilan ektopik.

  1. Keguguran

Pada kondisi kehamilan tertentu bahaya keguguran bisa terjadi pada masa kehamilan 0-20 minggu. Sehingga pada masa awal kehamilan yang tidak disadari bisa jadi saat haid keluar gumpalan darah hitam besar merupakan calon janin yang gagal bertahan. Hal ini hanya bisa dideteksi oleh dokter dengan alat ultrasound.

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa faktor penyebab haid keluar gumpalan darah hitam. Kondisi ini memang lazimnya bersifat normal. Namun jika terjadi dengan disertai beberapa gejala lain seperti sakit dan nyeri, durasi serta kuantitas yang berlebihan, serta bau yang tidak sedap maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Apakah Boleh Minum Kopi Saat Hamil Muda? Inilah Faktanya

Kopi menjadi primadona bagi beberapa orang untuk menjaga tubuh tetap berenergi dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kopi dianggap sebagai minuman yang dapat membuat seseorang tetap bugar saat mengonsumsinya. Namun, apakah minum kopi saat hamil muda dibolehkan?

Seperti yang kita ketahui bahwa wanita yang sedang hamil harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga calon bayi tetap sehat dan mendapatkan asupan makanan yang cukup. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebaiknya menghindari kafein terutama saat hamil muda.

Lalu, bagaimana jika sudah terbiasa minum kopi, apakah ada dampak negatif dari kafein bagi ibu hamil? Berikut ulasannya.

Minum Kopi Saat Hamil Muda

Beberapa wanita mungkin sudah terbiasa mengonsumsi kopi bahkan sejak sebelum hamil. Faktanya minum kopi saat hamil muda ternyata dibolehkan, namun tetap harus dalam jumlah tertentu karena kopi memiliki sifat stimulan dan diuretik. 

Kopi disebut sebagai stimulan karena dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Serta bersifat diuretik karena kafein yang terkandung dalam kopi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Kamu tidak perlu benar-benar menghindari kopi, karena para ahli saat ini percaya bahwa tidak apa-apa jika wanita hamil mengonsumsi kopi dalam dosis yang rendah hingga sedang.

Anjuran Takaran Kopi Saat Hamil

Dengan takaran tertentu kamu tetap boleh minum kopi saat hamil muda. Setiap jenis kopi memiliki jumlah kandungan kafein yang berbeda. Oleh sebab itu, ibu hamil harus memperhatikan kadar kafein pada label kemasan kopi.

Batas maksimal kafein bagi ibu hamil adalah 200 mg atau 2 cangkir kopi instan dalam satu hari. Jangan berlebihan dalam mengonsumsi kopi untuk menjaga ibu dan janin tetap sehat.

Selain dalam kopi, kafein juga terkandung dalam makanan lain. Ibu hamil perlu memperhatikan juga berapa banyak kandungan kafein dalam makanan lain. Berikut adalah jumlah kafein yang terkandung dalam berbagai makanan dan minuman:

  • 1 cangkir kopi seduh: 60 – 200 mg
  • 1 cangkir kopi saring: 140 mg
  • 1 cangkir kopi instan: 100 mg
  • 1 kaleng soda: 40 mg
  • 1 cangkir teh: 75 mg
  • 50 gr cokelat: 25 – 50 mg

Dampak Minum Kopi Saat Hamil Muda

Meskipun kopi boleh dikonsumsi saat hamil muda, namun tetap ada efek samping mengonsumsi kopi saat hamil muda, terutama jika kamu mengonsumsi di atas batas maksimal.

Kafein yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat dimetabolisme oleh tubuh, tetapi tidak dengan bayi. Kafein dapat menembus plasenta padahal metabolisme tubuh bayi belum mampu mencerna kandungan kafein. Oleh sebab itu, mengonsumsi kopi dalam takaran yang berlebihan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan si ibu dan anak.

Berikut adalah dampak minum kopi saat hamil muda yang harus kamu ketahui.

  • Risiko keguguran

Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi 200 mg atau lebih kafein dalam sehari memiliki risiko 2 kali lebih banyak daripada wanita yang tidak mengonsumsi kafein.

Kafein yang dikonsumsi dalam jumlah besar mempengaruhi pelepasan hormon katekolamin pada tubuh ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati.

  • Insomnia

Kesulitan tidur adalah dampak umum mengonsumsi kopi. Saat hamil metabolisme tubuh 1,5 – 3,5 kali lebih lambat. Hal ini menyebabkan penumpukan kafein dalam tubuh.

Kehamilan menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah Lelah, pastikan kamu mendapatkan cukup waktu untuk istirahat supaya tetap sehat.

  • Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi bagi banyak orang terutama jika tidak terbiasa mengonsumsi kafein selama masa kehamilan. Hipertensi bisa menjadi semakin buruk jika sebelumnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

  • Gejala nyeri ulu hati

Minum kopi saat hamil muda dapat meningkatkan asam lambung dan dapat memicu rasa nyeri di ulu hati, mual dan muntah. Rasa mulas akibat kopi perlu diwaspadai karena dapat menstimulasi kontraksi palsu pada trimester kedua atau ketiga.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang fakta minum kopi saat hamil muda. Jika kamu biasa mengonsumsi kopi, tetap perhatikan takarannya ya.

Mengenal Morning Sickness di Masa Kehamilan

Rasa mual hingga muntah sebagai gejala morning sickness banyak dialami ibu hamil pada trimester pertama. Memang tidak semua ibu hamil merasakan gejala satu ini. Selain itu gejalanya pun bisa diikuti oleh gejala lain yang cukup mengganggu kondisi kesehatan.

Ada banyak faktor penyebab yang memicu munculnya gejala mual muntah di awal kehamilan. Bahkan sebagian ibu mengalaminya hingga memasuki trimester terakhir kehamilan.

Apa Itu Morning Sickness pada Masa Kehamilan?

Kondisi morning sickness merupakan tanda ibu hamil mengalami perubahan hormon yang drastis. Sebutan lainnya adalah hiperemesis gravidarum. Bila gejala ini terus-menerus dialami dan masuk dalam tingkat parah, maka perlu tindakan serius.

Sebab ibu hamil berisiko terkena dehidrasi. Terdapat banyak faktor munculnya gangguan dari hiperemesis gravidarum seperti hamil anak pertama, mengandung anak kembar, genetik (memiliki anggota keluarga yang saat hamil mengalami hal serupa), atau kondisi tubuh yang memang mudah mual dan mabuk perjalanan.

Berikut ciri-ciri morning sickness pada ibu hamil yang masih umum:

  • Mual dan muntah di pagi hari.
  • Nyeri dada.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Sensitif terhadap bau.
  • Sakit kepala dan lemas.
  • Merasa sulit untuk bangun tidur karena tidak enak badan.

Gejala di atas tentunya bisa berbeda bagi setiap wanita. Banyak pula yang jadi lebih sensitif dengan berbagai keadaan. Contohnya mudah emosi ketika pasangan melakukan kegiatan tertentu yang sebenarnya bukan masalah besar.

Langkah-Langkah Mengatasi Morning Sickness

Dalam mengurangi gejala-gejala kondisi ini, lebih  dulu harus memperhatikan tingkat keparahannya. Bila tergolong parah dan sangat mengganggu sampai memicu demam tinggi, sakit perut hebat, jantung berdebar, muntah darah, linglung, maupun kehilangan kesadaran atau pingsan, wajib segera meminta bantuan dokter dan tenaga medis.

Namun bila gejalanya ringan dan tidak begitu mengganggu aktivitas, beberapa cara mengatasi gangguan hiperemesis gravidarum sebagai berikut:

  1. Makan Porsi Kecil Secara Teratur

Agar tidak terlalu mual, tetap jaga asupan nutrisi sehari-hari dalam jumlah cukup. Coba makan dengan porsi kecil, tapi secara teratur 3-5x dalam sehari. Porsi kecil ini seperti mengawal bangun tidur dengan konsumsi biskuit. Sarapan menu sehat yang tidak terlalu banyak.

Lanjut makan buah-buahan menjelang waktu makan siang. Menu makan siang pun diatur dengan porsi kecil. Sorenya bisa konsumsi biskuit kembali, atau umbi-umbian rebus, atau roti. Malamnya konsumsi makan malam bernutrisi yang mudah dicerna tubuh.

  1. Banyak Minum Air Putih

Jangan lupa selalu konsumsi air putih 1,5 – 2 liter setiap harinya. Minum setiap jam dan hindari minum langsung dalam takaran besar. Cara mengatasi morning sickness ini bisa pula dilengkapi dengan membuat jadwal minum segelas air putih di setiap jamnya. Mulai dari bangun pagi, sampai sebelum tidur.

  1. Konsumsi Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil

Lengkapi kebutuhan nutrisi dan gizi melalui rutinitas konsumsi suplemen serta vitamin khusus ibu hamil. Saat ini sangat mudah kita jumpa produk sejenis di apotek ataupun toko produk perawatan dan obat-obatan.

Bisa pula konsultasi dan minta saran pada dokter kandungan seputar suplemen yang cocok untuk Anda.

  1. Tenangkan Pikiran dan Hindari Stress

Usahakan selalu tenang, jauhkan rasa cemas, dan hindari perasaan stress. Karena kondisi mental ibu hamil yang sangat sensitif sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi dalam kandungan.

Minta dukungan terbaik dari pasangan untuk menghadapi morning sickness yang mengganggu. Suami yang sigap dalam membantu perawatan ibu hamil jadi cara terbaik, begitupun ketika sang istri sedang mengalami gejala hiperemesis gravidarum setiap harinya.

Apa Itu Endometriosis? Simak Penjelasan Berikut Ini!

apa itu endometriosis pada wanita

Wanita yang mengalami nyeri perut hebat saat menstruasi patut diwaspadai. Berbagai jenis masalah menstruasi bisa mengancam wanita yang mengalami keluhan tersebut. Salah satu penyakit ini adalah endometriosis.

Meskipun endometriosis kerap dialami oleh wanita berusia 30 tahun ke atas, tidak menutup kemungkinan usia yang lebih muda hingga remaja mengalami penyakit ini. Supaya kamu tidak berisiko penyakit endometriosis, simak bacaan di bawah ini, yuk! 

Apa itu endometriosis? 

Endometriosis adalah penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi wanita yang bisa menyebabkan pertumbuhan tidak wajar pada lapisan dinding rahim di luar rongga rahim. Jaringan tersebut mengalami penebalan dan luruh saat masa menstruasi. 

Bedanya, darah tersebut tidak keluar bersama darah menstruasi, namun mengendap karena terletak di luar rahim. Kondisi ini yang menyebabkan iritasi dan bisa menimbulkan rasa nyeri pada perut. 

Endometriosis pada remaja

Penyakit ini faktor utama nyeri panggul hebat dan kelainan patologis kram saat haid pada remaja. Sayangnya, identifikasi endometriosis pada remaja tidak semudah pada wanita berusia 30 tahun ke atas. 

Endometriosis pada remaja akan semakin memburuk jika tidak segera ditangani. Meskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan total, gejala-gejala penyakit ini bisa dikurangi untuk meredakan rasa nyeri. 

Gejala endometriosis pada remaja

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa tidak mudah mendeteksi gejala endometriosis pada remaja dibanding dengan wanita usia 30. Namun, bukan berarti tidak bisa diidentifikasi sama sekali. Di bawah ini adalah gejala-gejala endometriosis pada remaja:

  • Volume darah haid yang tinggi
  • Mengalami nyeri perut ekstrim
  • Gangguan pencernaan dari mual hingga diare
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Terjadi pendarahan di antara dua siklus menstruasi
  • Nyeri panggul kronis

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, segerakan periksa ke dokter agar bisa ditangani secepatnya. 

Bahaya endometriosis pada remaja

Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengancam kesehatan hingga nyawa. Kamu perlu tahu bahaya endometriosis pada remaja yang meliputi mengalami fibrosis dan nyeri yang tidak berhenti-henti. 

Selain itu, endometriosis juga menimbulkan masalah lain yaitu iritasi, gangguan kesuburan pada remaja, dan pembentukan jaringan perut. 

Terdapat beberapa faktor risiko dari timbulnya penyakit endometriosis, yaitu:

  • Riwayat penyakit endometriosis di keluarga
  • Siklus haid makin singkat
  • Menstruasi terlalu dini
  • Menstruasi terlalu lama

Pemeriksaan endometriosis pada remaja

Tentu sangat mengkhawatirkan bukan jika kamu mengalami ini? Kamu perlu memeriksakan diri pada dokter jika mengalami gejala di atas. Biasanya dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, seperti:

  • Pengecekan bagian panggul
  • Pemeriksaan ultrasound
  • Terapi hormonal
  • Laparoskopi